Rabu, 19 Juni 2013

5 Bulan, Terakhir...tetap bersamamu




                Akhir tahun 2012 yang indah dan awal 2013 yang lebih indah. Jatuh cinta itu indah memang semua orang pun juga pernah merasakan yang namanya jatuh cinta, jatuh cinta itu membuat orang luap, lupa akan semuanya termasuk lupa kalau dirinya sedang gila cinta.

            Ini tentang perasaanku  kepada seseorang. Dia (mungkin) mengira aku tidak memiliki perasaan dan tidak dapat merasakan sakit, sehingga dia bisa mengabaikan aku sesering yang dia suka. aku selalu memberi perhatian terbaik yang bisa aku berikan, sesering mungkin aku mengingatkan dia agar tidak telat makan, dan sesabar mungkin aku mendengar semua cerita dan permasalahannya. Sayangnya, usaha terbaikku lebih sering mendapat pengabaian, kadang dia merespon tapi respon itu tidak dia berikan dengan sungguh-sungguh.

            5 bulan terakhir ini, aku tidak mengerti, apakah semua yang aku lakukan untuk dia adalah hal yang sia-sia atau tidak? aku tidak mengerti, apakah benih baik yang aku tabur telah siap menuai kebaikan yang aku harapkan atau tidak menghasilkan sama sekali. Aku bingung sangat bingung serumit inikah?

            Memang aku labil dan tidak cerdas secara emosi. Aku  pernah mencoba berkali-kali untuk melupakan dia, sayangnya hal itu tidak dapat dilakukan secara instan. Aku tidak bisa melupakan dia sedangkan aku sangat menyayangi dia, perasaan ini begitu berat di dia. Apakah yang aku lakukan selama ini adalah rencana pembahagiaan atau sesuatu yang berpeluang membuat aku kesakitan? Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia selalu menggantungkan perasaanku hingga aku merasa lelah. Dia berkata sayang dan kangen, tapi kenyataannya dia tidak pernah membuktikan sayang dan kangen itu melalui tindakannya yang cenderung sangat amat cuek. Dia berkata maaf, tapi kenyataannya dia mengulang kesalahan yang sama, lagi dan lagi. dia belum tentu peduli dan memikirkan perasaanku. Komunikasi yang tercipta satu arah, selalu inisiatif dariku. Dia tak kunjung memberi kejelasan. Aku benci diabaikan.

            Kalau benci diabaikan, lalu kenapa aku tetap bertahan saat aku perhatian tapi dia tidak? Kenapa saya bertahan diabaikan? Bahkan semua wanita normal pun tidak ingin mengalami hal seperti ini, tapi kenapa aku bertahan?, berfikirlah, semua itu karna aku mencintai dia dengan tulus, aku rela bertahan apapun yang terjadi padaku.

Aku memang tidak menuntut status, karena menurut aku perasaan yang kuat tidak dilambangkan dari status. Aku memang tidak pernah menuntut perhatian lebih, karena menurutku, dia adalah orang yang memiliki segudang kesibukan yang (mungkin) tidak punya waktu untuk memikirkan orang lain. Maka dari itu aku memcoba mengerti semua kesibukan yang dia lakukan.

 Kamu memang pernah membajak otakku. Disetiap selnya berisi KAMU. Aku sering menulis tentang kamu, memikirkan kamu dan merindukan kamu. Tapi, aku pun juga harus memikirkan, apakah aku  merasa bahagia saat menyayangi dan memberi perhatian kepada kamu dengan tulus? Aku  percaya, cinta itu harusnya mengobati bukan melukai.Dan aku merasa bahagia denganmu tidak ada kata menyesal.

5 bulan terakhir, kamu yang terbaik. 5 bulan terakhir, cuma kamu yang dapat menyakitiku dan cuma kamu yang bisa jadi obatnya. 5 bulan, terakhir ...
20:53 Baik-baiklah kamu di sana, doaku memelukmu dari jauh.. Love You So Much !


 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar